Laman

13 Des 2008

Seekor Kucing di Mata Saya


Saya akhirnya beli buku ini setelah saya baca resensinya si Kaka-Keong Racun. Setelah baca resensinya, saya ngakak abis-abis an. Abisnya lucu banget sih si Kaka ini.
Sambil baca resensinya, saya juga ngeklik beberapa tautan yang ada disana. O… ternyata emang lagi ada contest resensi buku ini toh. Hehehe... jadi saya ikutan juga ah.

Minggu sore setelah kopdar saya cao ke Gramed MM, mo cari buku ini. Sempet rada susah juga sih buku ini, karena saya musti clingak-clinguk nyariin mana sih buku ini. Tapi ga sampe nanya ke SPGnya like Kaka when searched A cat in my ass. Huahahaha. Gokil.

A cat in my eyes by Fadh Djibran published by GagasMedia.
Gambar saya ambil disini

Setelah dapet bukunya, dan tentunya bayar di kasir, saya langsung membacanya di perjalanan pulang ke rumah.

TUBUH.
Chapter pertama yang saya baca.
Tentang definisi Cantik.
Yup… saya setuju dengan Bambang Q-Anees (komentator yang ada di back cover) kalo Fahd meninjau ulang kelaziman. Tentang makna kata cantik yang selama ini terpatri di pikiran saya dan pikiran orang kebanyakan.
Saya ga pernah mau dibilang cantik ketika cantik dimaknai secara sempit.
*maksudnya ? penting ga sih ?? huahahaha*

Saya suka dialog ini,
"Engga adil dong, masa laki-laki boleh pulang malem, tapi perempuan engga boleh"

Itu opini publik yang udah menjadi suatu norma ga tertulis di masyarakat. Kalo perempuan ga boleh pulang malem dan kalo pulang malem, berarti perempuan ini ga bener. Saya pernah dijudge seperti itu sama orang yang baru ketemu saya pada kali pertama.
Temen saya yang dari Surabaya Cuma bengong dan diem aja saat saya cerita every weekend, I arrive home lately, almost midnight. Terdiam karena ternyata emang ga biasa menurutnya.
Well, tiap orang bebas kok berpendapat.

FRAGMEN MALAM.
Saya suka dengan ketidakyakinan Ayah akan semua hal yang diceritakan. Bukan karena saya anggap dia tidak menguasai cerita yang disampaikan, tapi menurut saya itu adalah artian dari Wallahu’alam..

Everybody’s happy on his own way.
Ungkapan yang singkat tapi dalam.

Masa depanku Ratu Malamku
*Hey… there’s my name –Ratu-. Huahahaha..*
Sebuah puisi tentang kerinduan terhadap seseorang di impian masa depan.

KEBERAGAM(A)AN
Saya mendapatinya sebagai kisah surat Al-Kafiruun dari angle yang unik.

And the last, sebelum saya menghabiskan membaca buku ini, saya pikir tiap chapter adalah prosa-prosa yang lepas dan tiada korelasi antara satu dengan yang lain.
But, at the end of book, I found that there’re related to be a complete story. Good.

Fahd bercerita dengan tutur bahasa yang cukup tinggi, kosakata yang banyak dan beragam (sehingga ada beberapa istilah yang kadang bterlalu tinggi untuk bisa saya cerna). His way of sharing his story such an unique one. Keep writing !
Back to Top